Kisah Thalhah bin Ubaidullah
Kisah Thalhah bin Ubaidullah- Kami yakin ceritanya sudah sangat familiar di kalangan
kaum muslim. Sebab Thalhah bin Ubaidullah ini adalah salah satu 10 sahabat yang
dijamin masuk Surga setelah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi
Thalib, Abdurrahman bin Auf, dan 4 sahabat lainnya. Selain itu beliau juga seorang
pemuda yang cerdas. Nah untuk lebih lengkapnya mari bersama-sama simak
perjalanan hidub beliau:
Latar Belakang Thalhah bin Ubaidullah
Thalhah bin Ubaidullah adalah seorang pedagang cerdik. Walaupun masih usia muda,
dia tetap mampu bersaing dengan pedagang-pedagang yang paruh baya dalam meraup
keuntungan. Saat masuk Islam, umur Thalhah bin Ubaidullah sekitar 16-17 tahun,
bahkan saya baca di web parenting nabawi, Umurnya masih 14 Tahun. Subhanallah.. Hal
ini membuktikan usia remaja adalah usia yang mudah menerima kebenaran.
Bagaimana kisah Thalhah masuk Islam?
Kisah Masuk Islamnya Thalhah bin Ubaidullah
Lalu suatu ketika, ada seorang Rahib berteriak di hadapan orang orang dan para
pedagang, "Wahai para pedagang, apakah ada diantara kalian yang dari Makkah?"
Thalhah bin Ubaidullah At-Taimi masuk Islam melalu tangan Abu Bakar Ash-
Shiddiq. Kisah ini dimulai saat beliau berangkat bersama rombongan kafilah dagang
Quraisy menuju negeri Syam dan berhenti di kota Bushra, lalu Thalhah bin Ubaidullah
hilir-mudik kekeramaian pasar Bushra.
Thalhah bin Ubaidullah yang berdiri tidak jauh dari Rahib, langsung menjawab, "Ya, saya
dari Makkah"
Rahib kembali bertanya, "Apakah Ahmad telah muncul diantara kalian?" Lalu Thalhah
bin Ubaidullah kembali menjawab, "Siapa Ahmad?"
Rahib berkata, "Ibnu Abdullah bin Abdul Mutthalib. Ini adalah bulan kemunculannya, dia
adalah Nabi terakhir, dia muncul di negeri kalian di Al-Haram, Wahai Anak muda, jangan
sampai orang lain mendahuluimu kepadanya."
Kata-kata Rahib tersebut betul-betul mengena hati Thalhah bin Ubaidullah, maka dia
langsung memacu kendaraannya meninggalkan tempat itu sekaligus bergerak cepat
kembali ke Makkah.
Setelah Thalhah bin Ubaidullah sampai di Makkah, dia bertanya kepada keluarganya,
"Apakah setelah kepergianku ada sesuatu terjadi di Makkah?"
Keluarganya menjawab, "Ya, Muhammmad bin Abdullah mengaku sebagai Nabi dan
Abu Quhafah (Abu Bakar) telah mengikuti ajarannya" Thalhah juga bertanya kepada
Masyarakat Makkah, dan jawaban mereka semua serupa dengan jawaban keluarga
Thalhah bin Ubaidullah.
Lalu Thalhah bin Ubaidullah bertemu dengan Abu Bakar dan bertanya, "Apakah benar,
kata orang-orang bahwa, Muhamad bin Abdullah telah mengaku sebagai Nabi dan
Engkau telah mengikutinya?" Dia menjawab, "Ya"
Lalu Abu Bakar bercerita kisah-kisah kenabian Muhamad Shalallahu alaihi wassalam
serta mengajak Thalhah untuk masuk Islam dan Thalhah bin Ubaidullah juga
menceritakan kisahnya bersama Rahib, saat di pasar Bushra (di kota Syam).
Singkat cerita, Abu Bakar As-Shiddiq, membawa Thalhah bin Ubaidullah ke tempat
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, supaya Thalhah bin Ubaidullah bercerita kejadian
tersebut ke Muhammad bin Abdullah. Mendengar cerita Thalhah bin Ubaidullah,
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sangat bahagia, kebahagiaan Nabi terlihat dari
raut wajahnya. Thalhah bin Ubaidullah pun masuk Islam, bersaksi di hadapan Rasulullah
Shalallahu alaihi wassalam.
Kisah Thalhah bin Ubaidullah Menghadapi Siksaan dan Cobaan
Masuk Islamnya Thalhah bin Ubaidullah bak halilintar di siang bolong, dan ini
merupakan kabar buruk bagi keluarganya. Hal ini karna keluarga Thalhah sudah
mempersiapkan anaknya untuk menjadi pemuka di kaumnya, atas sebab sifatnya yang
mulia dan perangai-perangai yang baik.
Maka tak heran jika kaumnya mendatanginya untuk membelokan tekadnya, namun
ternyata Thalhah bin Ubaidullah seorang pemuda yang kokoh laksana gunung yang kuat
tidak bergeming oleh badai sebesar apapun. Thalhah benar-benar menolak nasehat
kaumnya secara mentah-mentah, sehingga mereka menggunakan jalan lain yaitu,
dengan menyiksa Thalhah. Seperti apa siksaannya?
Diriwayatkan dari Mas"ud bin Kharasy, dia melihat ada seorang pemuda yang diikat
tangannya di bagian lehernya, lalu ada banyak orang di belakangnya sambil mendorong
dan memukuli kepalanya dari belakang, bahkan di belakang pemuda tersebut ada nenek
tua yang sedang mencaci maki dengan cara bertriak-triak.
Lalu aku (Mas"ud bin Kharasyi) bertanya kepada Orang-orang, "Apa dosa anak muda
itu?"
Mereka menjawab, "Dia adalah Thalhah bin Ubaidullah yang sudah mengikuti ajaran
Muhammad Shalallahu alaihi wassalam dan meninggalkan sesembahan nenek moyang"
"Lalu siapa Nenek yang di belakangnya?" Mas’ud bertanya lagi. "Dia adalah ibunya"(Ash-
Sha’bah binti Al-Hadrami)
Siksaannya masih berlanjut, di sana ada Naufal bin Khuwailid si singa Quraisy, seketika
dia menangkap Thalhah bin Ubaidullah dan mengikatnya dengan tambang, lalu
diikatkan bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq. Setelah itu, Thalhah bin Ubaidullah dan Abu
Bakar diserahkan kepada orang-orang bodoh Makkah, sehingga mereka pun
menyiksanya.
Dari kejadian di atas, Thalhah bin Ubaidullah dan Abu Bakar mendapat julukan al-
Qorinain. Begitulah cobaan As-Sabiqunal Awwalin. Allahuakbar. Itulah kisah thalhah
saat menerima siksaan dari kaumnya.
Kisah Thalhah bin Ubaidullah Mendapat Julukan Asy-Syahid Al-Hayyu
Apa itu "Asy-Syahid Al-Hayyu"? Artinya adalah orang yang mati Syahid namun msih
hidup?! Bagaiman mungkin orang yang mati namun masih hidup? Apa yang sahabt
Abana bayangkan dengan julukan tersebut?
Sebenarnya Thalhah bin Ubaidullah mendapat 3 julukan dari Rasulullah Shalallahu alaihi
wassalam dan julukan tersebut menunjukan kepahlawannya, Asy-Syahid Al-Hayyu,
Thalhah Al-Khoir, dan Thalhah Al-Fayyadh. Namun, di sini kami hanya ingin menceritakan
Asy-Syahid Al-Hayyu.
Kisah ini bermula saat peperangan Uhud, saat itu kaum muslimin berlari kocar-kacir
jauh dari Nabi Shalallahu alaihi wassalam dan yang tersisa hanya 11 Orang Ansar dan
Thalhah bin Ubaidullah dari kalangan Muhajirin.
Rasulullah dan para sahabat berusaha lari dengan cara menaiki bukit, namun kaum
Musyrikin menyusul untuk membunuh Nabi Shalallahu alaihi wassalam, lalu Nabi
berkata, "Siapa yang mau menghalang-halangi mereka, maka dia sahabatku di Surga"
Thalhah bin Ubaidullah menjawab, "Saya ya Rasulullah" Lalu Rasulullah menjawab,
"Jangan, tetaplah ditempatmu"
Lalu seorang laki-laki Anshar berkata:
"Saya ya Rasulullah" Rasulullah menjawab,"Ya, Kamu" Kemudian laki-laki Anshar
tersebut maju berperang hingga dia gugur. Kaum Musyrikin terus mengejar Rasulullah
dan sahabatnya.
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam pun berkata dengan perkataan yang sama,
namun Thalhah pun demikian selalu menjawab "Saya ya Rasulullah" Nabi selalu
menolaknya, akhirnya sampai seluruh sahabat Anshar gugur dan yang tersisa hanyalah
Thalhah bin Ubaidullah.
Saat keadaan seperti ini, akhirnya Rasulullah memberi izin Thalhah untuk menyerang
kaum Musyrikin yang semakin dekat dengan Rasulullah Shalallahu alaihi
wassalam. Rasul bersabda, "Thalhah, sekarang"
Pahlawan Thalhah bin Ubaidullah maju menyerang kaum musyrikin hingga mereka
mundur dan berhasil menghalau mereka dari Nabi, lalu Thalhah kembali kepada
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam untuk membantunya naik ke bukit dan
menyandarkannya ke tanah. Thalhah bin Ubaidullah kembali lagi menyerang kaum
Musyrikin yang mendekat lagi, Thalhah melakukan hal ini hingga dia berhasil
menghalau mereka.
Abu Bakar berkata, "Saat itu aku bersama Abu Ubaidah bin Al-Jarrah berada cukup jauh
dari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Ketika kami mendekat, beliau bersabda
kepada kami, "Tinggalkan aku dan pergilah kepada kawan kalian. (Thalhah bin
Ubaidullah)."
Saat itu Thalhah bin Ubaidullah sudah mempunyai banyak luka, bahkan lukanya lebih
dari 70 (tujuh puluh) berupa sabetan pedang, tusukan tombak maupun tancapan anak
panah.Dia juga sudah pingsan di sebuah lubang, lengannyapun sudah terpotong.
Lalu Rasulullah bersabda, "Barangsiapa ingin melihat seorang laki-laki yang sudah
meninggal namun tetap berjalan di muka bumi maka hendaknya dia melihat Thalhah bin
Ubaidullah."
Bahkan setiap kali Abu Bakar teringat perang uhud, dia berkata, "ini adalah hari Thalhah
seluruhnya." Sejak inilah Thalhah bin Ubaidullah dijuluki sebagai as Syahid al Hayyu.
Thalhah bin Ubaidullah meninggal pada 36 H/656 M.
|
Subhanallah.. Thalhah dengan kemuliaannya. Sampai-sampai Nabi memberi 3 julukan. |
|
Dua julukan sisanya Insyallah akan kami tulis lain kali. Penulis Mujahid Pendidikan Abu |
Zaid
Referensi : Shuwar Min Hayatis Shahabah Dr.Abdurrahman Ra’fat Basya
Tag Hafalan
|
1. Umur Thalhah bin Ubaidullah Masih sangat muda saat masuk Islam |
|
Ubaidullah Al-Khair dan Thalhah bin Ubaidullah Al-Fayyadh. Ubaidullah |

Comments
Post a Comment