Kisah Zubair bin Awwam

 


Kisah Zubair bin Awwam Menceritakan Perjalanan Hidupnya sampai Wafat

Kisah Zubair bin Awwam- Kalau kita ditanya: "Siapakah orang yang berhasil mendapatkan

ridha dan rahmat Allah Ta'la?" Kita akan menjawab: "Mereka itu adalah para sahabat Rasulullah

Shalallahu alaihi wassalam. Generasi yang benar-benar mengamalkan Islam secara utuh dan

menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Generasi yang telah merealisasikan semua yang

diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Itulah para sahabat Nabi Shalallahu alaihi wassalam sebaik-baik generasi Islam. Apalagi mereka

adalah sahabat yang berani memproklamirkan keislamannya saat pertama munculnya Agama

Islam. Kemudian mereka menjadi pelopor awal tersebarnya Islam.

Ada 10 sahabat yang berjuang dengan keras pada awal kemunculan Islam. Mereka memberikan

pengorbanan yang tidak bisa kita bayangkan, sehingga mereka mendapat jaminan Surga dari

Allah melalui sabda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang diriwayatkan Tirmidzi:

"Abu Bakar di Surga, Umar bin Khattab di surga, Utsman bin Affan di surga, Ali bin Abi Thalib di surga, Thalhah bin Ubaidullah di surga, Zubair bin Awwam di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Saad bin Abi Waqash di surga, Said bin Zaid di surga, dan Abu Ubaidah bin Jarrah."

Nah, pada kesempatan ini, saya akan membahas satu dari 10 sahabat di atas. Dia adalah tetangga

Rasul di Surga yaitu Zubair bin al-Awwam. Dengan ini semoga kami bisa menyajikan kisah

Zubair bin Awwam dengan indah.

Latar Belakang Zubair bin Al-Awwam dan Keluarganya

Sahabat Nabi yang satu ini memiliki latar belakang yang mengagumkan, keluarga yang

mengagumkan dan kisah yang mengagumkan pula.

Nama lengkapnya adalah Zubair bin Awwam bin Khuwailid Al-Quraisy. Dia lahir 15 tahun

sebelum kenabian.

Ayahnya yang bernama Awwam bin Khuwailid sudah wafat sejak az-Zubair masih sangat kecil,

sehingga ibunya yang bernama Shafiyah binti Abdul Muthalib menjadi tulang punggung bagi

keluarganya. Saat diasuh ibunya, Zubair bin Awwam ra mendapat didikan yang cukup keras. Hal

itu dilakukan karena sang ibu berharap agar Zubair tumbuh dewasa sebagai laki-laki yang kuat

dan pemberani.

Hubungan Zubair bin Awwam dengan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam begitu dekat. Ibu

Zubair bin Awwam Radiyallahuanhu adalah saudara kandung ayah Nabi Muhammad (Abdullah

bin Abdul Muthalib) sehingga Zubair bin Awwam sebagai sepupu Rasulullah Shalallahu alaihi

wassalam.

Bagaimana dengan nasab ayahnya?

Ayah Zubair yang bernama Awwam bin Khuwailid adalah saudara kandung istri pertama

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, yaitu Khadijah binti Khuwailid. Jadi selain sepupu

Rasulullah, ia juga keponakan Khadijah.

Selain nasab yang mulia, dia juga memiliki keturunan yang mulia juga. Anaknya Zubair bin

Awwam memiliki kedudukan tinggi di masanya. Abdullah bin Zubair menjadi khalifah Hijaz,

Mesir, Yaman, Khurasan dan Iraq menggantikan Yazid bin Mu’awiyah, sedangkan Mus’ab bin

Zubair menguasai Iraq setelah meninggalnya Abdullah bin Zubair.

Masih ada satu lagi yang memiliki kedudukan sangat mulia, dia mementingkan Akhiratnya, dia

seorang Ulama yang penuh dengan ujian. Ujian tersebut ia hadapi dengan kesabaran dan

ketabahan. Kisahnya sangat menyentuh hati dan penuh hikmah.

Kisah Zubair bin Awwam Masuk Islam

Ketika berusia 15 tahun, Zubair bin Awwam Masuk Islam. Ia masuk Islam setelah mendapat

dakwah dari sahabat Nabi Muhammad yang bernama Abu Bakar. Sedangkan Ibu Zubair masuk

Islam langsung dari dakwah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Di masa itu, yakni awal datangnya Islam, para sahabat di kota Makkah mendapat siksaan dan

cobaan yang berat dari kaum kafir Quraisy. Bahkan Zubair juga mendapat siksaan tersebut,

namun siksaan dan cobaan yang ia terima tidak membuatnya menyerah dalam mempertahankan

agamanya demi membela Allah dan RasulNya. Iman yang dimiliki Zubair bin Awwam sangatlah

kuat dan besar sehingga ia tidak mudah menerima ajakan kaum kafir Quraisy untuk kembali ke

agama yang sesat.

Kisah Zubair Menerima Siksaan dari Pamannya

Orang yang paling keras dalam menyiksa Zubair adalah pamannya sendiri yang bernama Naufal

bin Khuwailid, dia masih saudara Khadijah binti Khuwailid.

Naufal sangat membenci Islam dan juga pemeluknya. Naufal bin Khuwailid tidak segan-segan

menyiksa keponakannya sendiri dengan siksaan yang kejam. Salah satu bentuk siksaannya

adalah ketika Naufal mengikat Zubair bin Awwam lalu menutupi badannya dengan bahan sejenis

tikar. Setelah itu Naufal menyalakan api di kaki Zubair dan menjalar ke seluruh tubuh Zubair

yang membuatnya hampir meninggal.

Naufal bin Khuwailid terus menyiksanya dengan cara seperti itu. Lihatlah, betapa kuatnya

keimanan Zubair bin Awwam. Meskipun usia Zubair masih sangat muda, dia tetap

mempertahankan kebenaran tanpa rasa takut sedikitpun.

Bahkan dalam keadaan disiksa seperti itu, Zubair masih berkata, "Saya tidak akan kembali

kepada kekufuran." Sungguh sifat pemuda belia yang tegar.

Kisah Zubair bin Awwam terus berlanjut. Siksaan demi siksaan terus menimpa kaum muslimin,

hingga pada akhirnya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memberi izin kepada mereka untuk

hijrah ke Habasyah. Pada mulanya Zubair bin Awwam juga ikut hijrah ke Habasyah bersama

sahabat Nabi yang lainnya, namun karena kecintaannya kepada Rasulullah sangat mendalam, ia

lebih memilih untuk kembali dan tinggal di Makkah bersama Nabi, walaupun Zubair harus

mendapat siksaan dari kaum kafir Quraisy.

Bukti Kecintaan Zubair bin Awwam kepada Nabi

Dikisahkan pada suatu hari, Zubair bin Awwam yang masih muda mendengar kabar bahwa

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam diculik dan ingin dibunuh kaum kafir Quraisy, lalu Zubair

bergegas ke rumah dan mengambil pedang. Kemudian Zubair bin Awwam keluar dan mencari

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Orang-orang banyak yang menertawakan Zubair.

Beberapa orang berkata dengan mengejek, "Anak kecil ini membawa pedang, memang dia mau

kemana?"

Namun Zubair bin Awwam tidak mempedulikan mereka dan terus melangkah mencari

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam hingga akhirnya ia menemukan Nabi di pinggiran kota

Makkah.

Melihat kedatangan Zubair dengan membawa pedang, lantas Rasulullah bertanya, "Ada apa

dengan dirimu wahai Zubair?"

Jawab Zubair, "Saya mencari engkau ya Rasulullah."

Telah tiba saatnya Allah mengizinkan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam hijrah ke Madinah,

Rasulullah pun tersenyum dan mendoakan kebaikan untuk Zubair bin Awwam.

Kisah Sahabat Zubair bin Awwam saat Hijrah ke Madinah dan Sifat Keberaniannya

maka seluruh sahabat ikut hijrah bersama Rasulullah. Mereka berangkat dengan sembunyi-

sembunyi agar tidak diketahui kaum kafir Makkah.

Akan tetapi ada tiga sahabat yang pemberani, mereka berangkat secara terang-terangan di

hadapan kaum kafir Quraisy.

Siapakah mereka itu?

Mereka adalah Umar bin Khattab, Hamzah bin Abdul Muthalib dan Zubair bin Awwam.

Keberanian Zubair bin Awwam adalah hasil dari didikan sang ibu. Ia menjadi pemuda yang

pemberani, pemberani dalam membela Islam, ia telah mengikuti semua peperangan, tidak ada

satu musuhpun yang selamat jika sudah berada di depan Zubair bin Awwam. Sampai-sampai

tubuh Zubair dipenuhi dengan bekas luka peperangan yang ia ikuti, hal itu menunjukkan

keberaniannya dalam melawan kaum kafir Quraisy.

Bahkan di pundak Zubair terdapat luka yang sangat dalam, jika seseorang memasukkan jarinya

ke luka tersebut maka jarinya akan masuk ke dalamnya. Dan di dada Zubair juga terdapat luka

yang amat dalam, bekas luka panah, luka itu membentuk lubang sebesar mata.

Subhanallah, adakah di antara kita yang memiliki keberanian seperti tetangga Rasulullah di

Surga, Zubair bin al-Awwam?

Kisah Zubair di Perang Badar

Cerita lainnya dari sahabat Nabi Zubair bin Awwam adalah saat peperang Badar. Kala itu Zubair

bertemu dengan pamannya, Naufal bin Khuwailid yang pernah menyiksanya tanpa ampun. Maka

tanpa segan-segan pula, Zubair langsung menghunuskan pedangnya dan berhasil membunuh

Naufal bin Khuwailid.

Di perang Badar ini, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memujinya dengan bercerita:

"Saya melihat malaikat Jibril datang dan membantu kita (Rasulullah dan para sahabat) dalam

memerangi kaum kafir, Jibril datang dengan memakai baju dan surban seperti yang dipakai

Zubair bin Awwam" (saat itu Zubair memang sedang memakai baju putih).

Sungguh kemuliaan yang Allah berikan kepada Zubair bin Awwam, yang mana kemuliaan ini

tidak diberikan kepada sahabat yang lain di dalam perang Badar.

Kisah Zubair bin Awwam saat Perang Uhud

Pada waktu perang Uhud yang terjadi pada tahun ketiga Hijriyah, Rasulullah Shalallahu alaihi

wassalam melihat seseorang yang kuat dan tangguh telah banyak membunuh para sahabat.

Rasulullah bersabda, "Bangunlah wahai Zubair, hadapi laki-laki kafir itu dan bunuhlah ia".

Zubair bin Awwam langsung bangkit dengan penuh keberanian untuk menghadapi laki-laki kafir

tersebut.

Pujian Ali Terhadap Zubair

Penaklukan kota Mesir pada Masa Khalifah Umar bin Khattab

Sejak usia 17 tahun, Zubair bin Awwam telah menunjukkan keberaniannya dalam memerangi

kaum kafir di setiap peperangan, Zubair bin Awwam selalu meletakkan pedang dan tombaknya

di atas pundak, hal ini membuat musuh takut saat melihat Zubair bin Awwam.

Ali bin Abi Thalib berkata, "Orang yang paling berani adalah Zubair bin Awwam, Zubair telah

berjihad membela Islam dan menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian."

Kisah ini bermula saat sahabat Amr bin Ash akan memerangi pasukan Romawi yang menjajah

Mesir. Akan tetapi pasukan Amr bin Ash hanya berjumlah 3500 orang. Amr pun menulis surat

kepada khalifah Umar bin Khattab untuk meminta tambahan pasukan. Akhirnya Umar bin

Khattab mengirim pasukan berjumlah 4000 orang yang dipimpin Zubair bin Awwam.

Ketika Zubair bin Awwam dan pasukannya tiba di Mesir, ia melihat pasukan Amr bin Ash

sedang mengepung benteng Babilun (Mesir). Zubair pun menaiki kudanya dan ikut mengepung

benteng tersebut beserta 4000 pasukannya. Pengepungan itu berlangsung cukup lama, akhirnya

Zubair mengambil tangga dan menaiki benteng tersebut seraya berkata, "Jika aku bertakbir,

maka serbulah benteng ini."

Zubair pun menaiki benteng dan bertakbir. Ketika pasukan Romawi mendengar takbir Zubair,

mereka sangat ketakutan. Subhanallah betapa beraninya Zubair bin Awwam, ia menaiki benteng

sendiri tanpa takut mati dan bahkan ia berharap mati syahid. Keberanian Zubair inilah yang

membuat musuh ketakutan, sehingga Mesir ditaklukkan dengan mudah oleh pasukan Zubair bin

Awwam dan Amr bin Ash.

Kisah Wafatnya Zubair bin Awwam

Rasulullah juga sudah menjamin Zubair bin Awwam masuk Surga dengan mati syahid. Abu

Hurairah berkisah, "Pada suatu hari, Rasulullah pergi ke gua Hira, tiba-tiba gua tersebut

berguncang, lalu Rasulullah bersabda, 'Diamlah wahai Hira, karena di atasmu ada seorang Nabi

dan seorang Shiddiq (Abu Bakar) serta orang-orang yang akan mati syahid.' Pada waktu itu

Rasulullah bersama Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib,

Thalhah bin Ubaidullah, Zubair bin Awwam dan Saad bin Abi Waqash."

Sungguh sabda Rasulullah sangat terbukti kebenarannya, Rasulullah sudah menjamin Zubair bin

Awwam masuk Surga dengan mati syahid, hal itu sangatlah terbukti.

Zubair bin Awwam dibunuh oleh Umair bin Jurmuz pada bulan Rajab tahun 36 hijriyah. Saat itu

Zubair berusia 64 tahun. Berita kematian Zubair terdengar dikalangan sahabat, termasuk Ali bin

Abi Thalib. Mereka menangis mendengar terbunuhnya Zubair bin Awwam. Sungguh mulia

Zubair bin Awwam di mata Rasulullah dan para sahabat.

Begitulah kisah Zubair bin Awwam perjalanan hidupnya sampai wafatnya yang penuh

keberanian. Sehingga Rasulullah memujinya dengan mengatakan,

"Setiap Nabi itu memiliki penolong dan penolongku adalah Zubair bin Awwam."

Referensi:

Tag Hafalan:

  • Mereka Adalah Para Tabiin, Dr. Abdurrahman Rafat Basya, At-Tibyan

  • Serial Sahabat Dijamin Masuk Surga Nizar Saad Jabal LC

  1. Zubair bin Awwam bin Khuwailid Al-Quraisyi lahir 15 tahun sebelum kenabian.

  2. Ibu Zubair adalah Shafiyah binti Abdul Muthalib (bibi Rasulullah)

  3. Ayahnya bernama Awwam bin Khuwailid (saudara kandung Khadijah, istri Rasulullah)

  4. Zubair bin Awwam adalah sepupu Rasulullah serta keponakan Khadijah binti Khuwailid.

  5. Zubair bin Awwam masuk Islam melalui Abu Bakar pada usia kurang lebih 15 tahun.

  6. Sedangkan ibunya masuk Islam melalui tangan Rasulullah.

  7. Zubair bin Awwam hanya diasuh ibunya saja karena ayahnya meninggal saat ia masih

    kecil.

  8. Zubair bin Awwam mendapat didikan keras dari ibunya agar menjadi laki-laki kuat dan

pemberani.

  1. Zubair bin Awwam mendapat siksaan dari pamannya sendiri yang bernama Naufal bin

    Khuwailid.

  2. Zubair bin Awwam membunuh Naufal bin Khuwailid di dalam perang Badar.

  3. Zubair bin Awwam memakai surban berwarna kuning dikepalanya ketika perang Badar

    dan malaikat Jibril yang membantu Rasulullah dan para sahabat juga memakai surban

    seperti Zubair.

  4. Zubair bin Awwam adalah pemuda yang kuat pemberani serta sangat mencintai Allah

    dan RasulNya.

  5. Zubair bin Awwam telah dijamin masuk surga dengan mati syahid.

  6. Zubair bin Awwam wafat sebagai syahid, dibunuh oleh Umair bin Jurmuz pada bulan

Rajab tahun 36 Hijriyah di usia 64 tahun.

Comments

Popular posts from this blog

Selamat Datang di akademi siroh

Biografi Umar bin Abdul Aziz

Kisah Muhammad bin Sirin